Penyakit Asam Urat (Gout)

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Asam urat yang diproduksi oleh tubuh sebagian besar berasal dari metabolisme nukleotida purin endogen, guanic acid, inosinic acid, dan adenic acid.

Penyakit asam urat adalah istilah yang digunakan untuk menyebut salah satu jenis penyakit rematik artikuler. Secara umum jenis rematik digolongkan menjadi dua:
  1. Golongan pertama rematik yang menyerang sendi. Penyakit rematik yang menyerang sendi disebut arthritis. Singkatnya, jenis rematik ini disebut rematik non-artikuler.
  2. Golongan kedua menyerang jaringan di sekitar sendi. Jenis rematik ini disebut rematik artikuler atau disebut juga extra articular rheumatism, karena kelainannya terletak di otot dan urat seperti ligamen, tendon, entesis, sarung tendon, dan bursa. Rematik di luar sendi inilah yang sering dijumpai.
Gejala umum penyakit rematik adalah:
  1. Nyeri sendi:
    • Nyeri sendi mekanin: timbul setelah aktivitas dan hilang setelah istirahat serta tidak timpul serta tidak ngumpul.
    • Nyeri inflamasi: nyeri bertambah berat pada siang hari saat bangun tidur yang disertai kaku sendi.
  2. Kaku sendi: rasa seperti diikat.
  3. Bengkak sendi: terdapat perubahan warna, bentuk, dan posisi indeks.
  4. Gangguan fungsi: pada sendi yang meradang biasanya terasa nyeri. Untuk mengurangi rasa nyeri biasanya posisi persendian sedikit ditekuk sehingga sendi yang nyeri tidak dapat berfungsi normal dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
  5. Timbulnya tofi atau benjolan kecil di jaringan bawah kulit: terjadi perubahan fisik di jari kuku, serta kelainan di bagian selaput lendir. Fungsi penglihatan terganggu, berat badan menurun disertai rasa lelah lesu dan susah tidur, aktivitas seksual suami istri terganggu. Biasanya, calon penderita mudah menangis, susah buang air besar, murung, dan gerakan tubuhnya lamban. Mendiagnosis gejala tofi bisa dilakukan dengan cara memeriksa dan meneliti fisik orang yang diduga menderita, yakni memeriksa kulit dan kukunya; memeriksa tulang punggung dan lengkungan-lengkungannya; memeriksa gerakan setiap persendian serta bagian siku, punggung tangan, tumit belakang, dan sacrum (tulang duduk) tubuh.
Berdasarkan patofisiologi, peningkatan asam urat dalam darah atau hiperurisemia disebabkan oleh tiga faktor sebagai berikut:
  1. Produksi asam urat berlebih. Salah satu penyebab meningkatnya asam urat dalam darah adalah semakin tinggu asupan makanan yang mengandung purin. Akibatnya, pembentukan purin dalam tubuh akan meningkat.
  2. Pembuangan asam urat berkurang. Jika ekskresi atau pembuangannya terganggu, asam urat dalam darah akan meningkat. Keadaan ini terjadi akibat kelainan ginjal.
  3. Kombinasi kedua faktor sebelumnya. Mekanisme ini disebabkan berkurangnya enzim glukose-6-fosfatase dan konsumsi alkohol yang berlebih. Berkurangnya enzim glukose-6-fosfatase akan memproduksi asam laktat dalam jumlah berlebih. Keberadaan asam laktat ini menjadi kompetitor bagi asam urat, akhirnya pembuangan asam urat akan menurun. Konsumsi alkohol berlebih akan memacu produksi asam urat yang juga berlebihan.
Serangan asam urat terjadi secara tiba-tiba. Gejala khas yang dirasakan adalah nyeri pada sendi. Pada malam hari, rasa nyeri ini akan semakin terasa. Gejala tersebut paling sering mempengaruhi sendi di dasar ibu jari kaki. Gejala lain yang dirasakan adalah demam, dingin, dan detak jantung yang cepat.

Penyakit Asam Urat

Gejala ini cenderung menjadi parah pada orang yang usianya kurang dari 30 tahun tetapi telah menderita asam urat. Biasanya, gejala ini juga terjadi setelah usia setengah baya pada pria dan setelah menopause pada wanita. Serangan pertama biasanya hanya mempengaruhi satu sendi dan berlangsung selama beberapa hari. Gejalanya secara perlahan akan menghilang, fungsi sendi kembali normal dan tidak ada gejala muncul sampai serangan berikutnya. Berbeda jika serangan ini mengalami perkembangan. Apabila tidak diobati dalam jangka waktu lama, frekuensi terasanya lebih sering, dan terjadi di beberapa persendia. Maka, kerusakan pada persendian cenderung menetap.

Gejala asam urat yang berat dapat menyebabkan perubahan bentuk di bagian tubuh tertentu. Contohnya, daun telinga, bagian samping mangkuk sendi lutut, bagian punggung lengan, atau tendon belakang pergelangan kaki. Perubahan tersebut terjadi akibat berkumpulnya kristal asam urat yang terus menerus di persendian dan ujung otot. Dua bagian tubuh ini akan rusak sehingga terjadi peningkatan kekakuan di bagian sendi.

Penyakit asam urat ditandai oleh beberapa hal berikut:
  • Adanya peningkatan asam urat dalam darah
  • Terdapat kristal urat yang khas dalam cairan sendi
  • Terdapat tofus yang telah dibuktikan dengan pemeriksaan kimia
  • Terjadi lebih dari satu kali serangan nyeri di persendian
  • Adanya serangan di satu sendi, terutama sendi di ibu jari kaki
  • Sendi tampak kemerahan
  • Adanya pembengkakan tidak simetris di satu sendi
  • Tidak adanya bakteri saat terjadi serangan dan peradangan (inflamasi)


Sumber:

Adi, L. T. (2006). Tanaman Obat dan Jus untuk Asam Urat dan Rematik. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Lingga, L. (2012). Bebas Penyakit Asam Urat tanpa Obat. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Utami, P. (2003). Tanaman Obat untuk Mengatasi Rematik dan Asam Urat. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Comments