Suka Desain Grafis

Maulana Sakti Suka Desain Grafis

Saya Maulana. Saya suka belajar desain grafis. Tahun 2011 saat awal masuk SMA saya mendapatkan laptop pribadi pertama saya, saya yang mendapatkan akses internet secara mudah saat itu karena WiFi tersebar di seluruh bagian sekolah mulai mencari-cari apa yang bisa saya pelajari dan saya suka di internet. Saya sekolah di boarding school di Banda Aceh saat itu.

Kesukaan saya terhadap desain grafis berawal dari kesukaan membuat desain presentasi untuk tugas-tugas sekolah, saya rajin mencari template dan sering secara sukarela menawarkan diri untuk membuat slide presentasi untuk setiap tugas kelompok.

Tahun itu juga saya mulai mengikuti kegiatan ekstrakulikuler teater. Tidak hanya belajar soal pertunjukan di atas panggung, saya juga belajar bagaimana membuat storyline, poster, video presentasi, dll. Antusiasme saya mengarahkan saya pada kesempatan untuk membuat desain poster, video, dan background effect pertunjukan teater di acara sekolah tahunan. Hal ini terjadi dua tahun berturut-turut, 2012 dan 2013.

Masih berkat lingkungan kegiatan ekstrakulikuler teater, saya juga belajar fotografi dan film, serta beberapa kali terlibat dalam produksi film pendek di bawah bimbingan guru teater saya (Beni Arona aka Bang Ben) saat itu baik sebagai sutradara, aktor, dan kru.

Tahun 2012 saya bergabung di OSIS bagian publikasi dan dokumentasi. Berkecimpung dalam setiap kegiatan OSIS di sekolah.

Tahun 2013, saya bersama teman-teman lain di OSIS merancang tema desain acara tahunan sekolah. Jadi pada tahun itu saya terlibat dalam dua tim, teater dan OSIS.

Tahun 2013 juga, saya merelakan kesempatan sebagai tim olimpiade nasional biologi sekolah untuk fokus mengikuti lomba nasional lain namun di bidang seni, FLS2N cabang teater. Bersama tim kami meraih juara 1 provinsi dan melaju ke tingkat nasional di Medan. Namun kurang beruntung karena tidak dapat mempertahankan juara nasional tahun lalu. Kami yang awalnya optimis mengejar back to back champion dibuat harus cukup puas hanya dengan menyajikan pertunjukan kami di tingkat nasional. Setelah diusut, penilaian dari juri menyatakan naskah kami lebih baik dibuat pementasan tunggalnya daripada dijadikan materi lomba. Mungkin karena substansinya terlalu berat? Entahlah hanya untuk menghibur atau benar adanya, tidak ada yang tahu.

Cerita tentang pementasan ini berlanjut dan jadi topik yang sangat seru di sekolah saat itu. Judul pementasannya adalah Kepak Sayap Merdeka, teman baik saya Fadhyl membuat lagu berdasarkan naskah yang ditulis Bang Ben ini.

Masih di tahun 2013 di akhir masa kepengurusan OSIS saya mulai mengeksplorasi blog platform. Kegiatan saya ini dinotice oleh salah satu guru saya dan disarankan untuk membantu mengisi laman blog di website sekolah. Meskipun tidak berlangsung lama, saya sudah mencicipi kesempatan ini.

Tahun 2014 saya mulai mengeksplorasi dan belajar desain logo. Saya membuat ulang desain logo pribadi yang saya buat tahun 2011 pada saat masih SMP. Tahun ini saya yang jadi Maba di salah satu politeknik di Banda Aceh, saya bergabung di MPM Kampus. Saya membantu membuat desain struktur organisasi MPM Kampus dan perintilan Acara Rapat Besar Kampus tahun 2014.

Tahun 2015 saya pindah ke Medan, pindah kampus, dan mulai terpapar desain minimalis, swiss style, dll. Mencoba untuk konsisten menulis di blog di 2016 namun tidak kesampaian karena kesibukan di laboratorium dan tempat nongkrong. Saya mencetuskan ide blog materi kuliah. Selama tahun 2015-2016 ini saya sangat sering membuat desain poster acara kegiatan di kampus dan juga sekalian kartu tanda pengenalnya. Tidak dibayar.

Saya terus menikmati membuat desain presentasi tugas kuliah. Sekitaran tahun 2017, saya ikut merancang baju kepengurusan ISMAFARSI.

Tahun 2018 saya mencoba Kaospirasi. Tahun yang sama juga saya mulai membuat desain carousel untuk konten Instagram dan berencana akan saya lanjutkan secara rutin tahun 2021 ini pasca ujian kompetensi. Meski sampai saat ini, saya telah lulus ujian kompetensi dan belum terealisasikan.

Tahun 2019 saya membantu membuat desain poster teman-teman dari UKM dan dipercayakan membuat desain poster penelitian dosen penguji skripsi saya.

Desain Poster Unit Kegiatan Mahasiswa

Saya juga beberapa kali membantu membuat desain sertifikat untuk acara pengabdian dosen kampus.

Poster Talenta oleh Maulana Sakti

Sekarang ini saya sudah lebih sering (belum konsisten) menulis di blog dan mencoba menerapkan prinsip desain di setiap kesempatan.

Apa hubungannya cerita pengalaman hidup ini dengan suka desain? Intinya adalah saya sangat suka desain dan sebisa mungkin selalu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga terus belajar desain sampai saati ini.

Disclaimer, saya bukan desainer profesional. Kemampuan dan kecintaan saya pada desain belum sampai pada tahap dapat menghidupi saya. Desain-desain saya juga tidak sempurna dan jika dilihat lagi, pasti ada hal-hal yang dapat saya improve. Setiap saat saya belajar dan punya ilmu baru, rasanya desain yang sudah-sudah itu tidak sespesial saat pertama kali diselesaikan. Begitulah proses belajar. Saya tahu, bahwa hal yang saya lakukan ini tidak sia-sia. Saya menikmatinya. Siapapun suka keindahan. Keindahan itu relatif, tapi teori dan prinsip desain adalah berdasarkan riset dan dapat dijadikan acuan. Soal prinsip ini, bisa jadi selalu hampir benar jika dikaitkan dengan persoalan pemasaran. Lain halnya jika sudah pada tingkatan pure artist. Hehehe. Kira-kira begitu pandangan saya. Desain yang sesuai teori ini mestilah indah jadinya.

Jika ditarik timeline lebih ke belakang lagi, ketertarikan pada desain grafis ini sepertinya berawal dari dulu sekali ketika saya kecil. Saya suka sekali menggambar, namun saya merasa skill ini tidak diasah dengan baik. Saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan olahraga, aktivitas fisik, dan sesekali membaca di perpustakaan saat di sekolah menengah. Tetapi menyadari bahwa saya menyukai visual dan saya memaksakan pemikiran bahwa memiliki potensi itu, membuat saya mulai belajar tentang itu ketika masuk ke SMA, kembali ke cerita laptop pertama saya tadi. Saya semakin yakin saya punya potensi di sini dan dibuktikan pada saat tes IQ sekitaran tahun 2013-2014 di sekolah, kemampuan spasial saya paling tinggi dibandingkan dengan kemampuan saya di bidang lain.

Selain lebih banyak belajar dan semakin bertambah pemahaman, saya juga belajar bahwa desain atau desain grafis khususnya tidak hanya soal estetika namun juga soal fungsi. Fungsi mengemas data menjadi lebih dapat dicerna dan menarik untuk disimak. Fungsi menyampaikan informasi dan persuasi. Hasil belajar ini juga membuat saya sedikit banyak mampu mengenali mana desain yang baik dan desain yang kurang baik.

Saya punya kebiasaan untuk merevisi desain-desain yang bagi saya kurang baik ini di kepala saya. Apa yang bisa dilakukan terhadap desain ini? Kira-kira jika saya yang mengerjakan desain tersebut, apa hal berbeda yang saya lakukan? Ini sering terjadi saat saya melihat desain yang tidak dieksekusi oleh desainer, kelihatan sekali. Desain-desain seperti yang saya maksud ini sering dijumpai di Rumah Sakit, fasilitas umum, toko, pasar, dll. Desain-desain seperti ini berbaur dengan desain yang bagus menurut saya. Tapi ya selama desain-desain kurang baik versi saya yang tidak seberapa ilmunya ini masih bisa berfungsi sebagai mana mestinya, saya pikir tidak ada yang salah dengan itu. Seperti kata Bang Rio Purba “Sebagus-bagusnya desain ada saja yang nggak suka, sejelek-jeleknya desain tetap ada saja orang  yang suka”, kurang lebih seperti itu.

Sebagus-bagusnya desain ada saja yang nggak suka, sejelek-jeleknya desain tetap ada saja orang  yang suka

Saya merasa akan terus belajar desain grafis di sela-sela aktivitas saya, atau bahkan menjadi salah satu aktivitas rutin saya.

Saya punya banyak resources tentang desain, saya banyak mengikuti desainer di media sosial, saya subscribe di banyak website dan blog desain. Saya secara rutin mengkonsumsi konten tentang desain dan sangat menikmatinya. Perihal resources ini, jika ada kesempatan akan saya bagikan di tulisan lain. Oh iya, bicara soal resources, saya pernah membagikan resources yang telah saya kurasi. Resources ini tentang bacaan dan podcast yang saya konsumsi, yang kiranya akan sangat bagus untuk dishare

Bagi kamu yang juga punya antusiasme belajar desain, atau yang punya goals yang lebih besar dalam hidupnya, apapun itu, saya punya saran untuk terus dipelajari. Waktu yang habis untuk hal-hal yang kita suka bukanlah kesia-siaan. We gain knowledge. Seperti kata Bang Rio Purba lagi “Jangan pernah takut berkarya”. Jadi teringat merch kaosnya blio.

Comments