Belajar SEO Fundamentals di LinkedIn Learning

Maulana Sakti Belajar SEO Fundamentals di LinkedIn Learning

Minggu lalu saya menyelesaikan salah satu course di LinkedIn Learning berjudul SEO Foundations. Course ini disampaikan oleh David Booth, Co-founder dan Chief Commercial Officer Cardinal Path.

Course yang berdurasi dua setengah jam ini terdiri dari 10 bagian.
  1. Introduction
  2. Overview of SEO
  3. Keywords: The Foundation of SEO
  4. Content Optimization: How Search Engines and People View Web Pages
  5. Content Optimization: Technical SEO
  6. Long-Term Content Planning
  7. Link-Building Strategies
  8. Measuring SEO Effectiveness
  9. Ecommerce: Local and Mobile SEO Considerations
  10. Conclusion
Course ini menjelaskan dengan baik tentang dasar-dasar SEO dan sangat padat informasi, juga mereferensikan banyak tools yang dapat digunakan dalam praktik SEO.

SEO Foundations Course on LinkedIn Learning

Beberapa tools yang direferensikan dalam course ini yang menarik minat saya adalah,
Course ini dapat diakes gratis di LinkedIn Learning, namun agar dapat mengikuti sesi latihan dan mengunduh sertifikat wajib untuk sign in terlebih dahulu.

Alasan saya mengikuti course ini adalah untuk melengkapi ilmu dan belajar lebih lanjut tentang SEO. Kali pertama saya belajar SEO dalam kelas adalah pada tahun 2018 di Google Gapura Digital, dari situ ketertarikan saya tentang SEO terus tumbuh. Saya berniat untuk tidak hanya belajar lewat blog atau tulisan-tulisan gratis di Internet, namun juga jika mungkin untuk ikut mengikuti kelas dan karena masa pandemi ini kelas yang memungkinkan dilaksanakan hanyalah kelas online, model pembelajaran online course seperti ini yang jadi pilihan saya. Paling tidak materi yang didapat sangat memadai dan bisa jadi bahan belajar yang baik.

Pada tulisan ini saya akan membagikan sedikit materi tentang SEO yang telah saya dapat. Saya akan menulis kembali (sebagai langkah untuk memantapkan hasil belajar) materi-materi yang bagi saya menarik dan harus dibagikan.

Keywords

Pada sesi ketiga tentang Keywords, ada beberapa key points yang wajib diperhatikan dalam memilih keywords yang baik yaitu:
  1. Frequency
  2. Relevance
  3. Competition
Dalam menentukan keywords ini, proses yang biasanya dipraktikkan para pakar SEO adalah sebagai berikut.

Brainstorming

Pada langkah ini, ditentukan keywords apa saja yang akan digunakan dan berpotensi untuk meningkatkan ranking dalam mesin pencari. Hal ini bisa diperoleh dengan bantuin Search Console untuk melihat kembali kira-kira keywords apa yang performanya paling baik dari konten-konten sebelumnya. Kemudian dengan menggunakan Google Trends dan AnswerThePublic untuk mengembangkan keywords tersebut. Dalam hal ingin menggunakan keywords yang baru yang belum pernah digunakan dalam konten sebelumnya, dapat langsung digunakan Google Trends dan AnswerThePublic. Buat list dari keywords yang didapat.

Search Volume

Setelah didapat list keywords yang berpotensial untuk dikembangkan menjadi tulisan, langkah selanjutnya adalah mengetahui search volume dan metrics dari keywords tersebut. Hal ini ditentukan oleh ketiga hal yang telah disebut di atas yaitu, frekuensi, relevansi, dan kompetisi. Pada langkah ini, ada istilah yang sangat penting untuk diperhatikan yaitu Long-Tail Keywords.

Long-Tail Keywords

Keywords Categorization

Jadikan keywords yang didapat dari dua proses sebelumnya menjadi template. Kategorikan sesuai kebutuhan dan eksplor keywords yang fungsional.

Beberapa perusahaan besar menggunakan Spreadsheet Program untuk manajemen keywords. Hal ini sangat bermanfaat untuk website yang punya niche khusus, dan dapat mendistribusikan keywords ke setiap page di website tersebut. Ketika ingin meningkatkan performa di search engine terhadap suatu keyword, owner website dapat dengan mudah menambahkan pages dengan keywords yang relevan. Hal ini juga memudahkan manajemen dan optimasi internal link. Hal ini dapat dipraktikkan di blog pribadi, dan sedikit-sedikit sudah saya praktikan.

Salah satu faktor sukses mendapatkan ranking atas di mesin pencari adalah evaluasi keywords. Keywords perlu dievaluasi secara berkala. Keywords yang sudah tidak perform sebaiknya tidak digunakan lagi. Hal ini dipengaruhi oleh sifat Internet yang dinamis dan trend pencarian.

Konten

Hal yang paling penting pada bagian ini adalah membuat konten yang bermanfaat, konten yang baik. Konten yang baik adalah konten yang relevan dan komprehensif, berisi informasi yang dibutuhkan dan dicari. Kemudian lengkapi hal-hal teknis seperti title, heading, alt text, dan meta tag. Hal ini sangat berhubungan dengan keywords dan kualitas body copy dari suatu konten. Struktur konten yang baik juga sangat memudahkan crawler untuk mengindex laman dari web atau blog kita.

Content creation involves writing usable, relevant, and targeted content.

Optimasi konten dapat dilakukan dengan beragam cara, di antaranya adalah:

Site Structure

Penting untuk merapikan site structure. Hal ini berkaitan dengan desain dan gadget suatu web atau blog. Semakin terorganisir suatu laman, maka akan semakin mudah juga crawler untuk mengindeks halaman tersebut.

Page Elements

Salah satu cara optimasi page elements adalah dengan menggunakan mark up code dan metadata. Elemen-elemen selain text harus lebih diperhatikan mark up code nya. Untuk itu, dapat digunakan schema.org.

Personalized Search

Hal satu ini adalah tentang bagaimana kita menyajikan konten sesuai dengan trend, event, atau suatu daerah tertentu. Memaksimalkan hal-hal seperti ini dapat membantu kinerja SEO. Misalnya dengan menulis konten tentang Ramadan, hal ini akan membantu meningkatkan ranking di mesin pencari ketika event Ramadan tersebut terjadi.

Content Strategy

Ada banyak cara untuk membuat plan dan strategi pemasaran konten, hal ini disesuaikan dengan urgensi dan kebutuhan masing-masing. Langkah paling umum dari content strategy adalah:
  1. Plan
  2. Create
  3. Manage
Dalam membuat rencana konten dapat dilakukan langkah berikut,
  • List your broad content themes
  • Scan your competitors for untapped opportunities
  • Leverage customers and partners for new content
Hal ini sudah saya lakukan sejak lama dalam melakukan pengembangan konten adalah dengan mencatat list inspirasi dan tulisan yang akan jadikan postingan. Saya menggunakan Google Sheets dan Notion untuk memanajemen daftar ide konten saya.

Setelah didapat gambaran konten yang akan disajikan, buat konten kalender untuk rencana pemasaran dan penulisannya. Lalu, tentu saja, buat konten sebaik mungkin.

Langkah selanjutnya yang sangat disarankan adalah dengan memasarkan konten tadi ke media sosial. Share konten yang kita tulis di laman web atau blog kita ke media sosial. Buat funnels untuk para calon pembaca konten kita.

Setelah seluruh tahapan ini dilakukan, saatnya dilakukan pengukuran content performance dan evaluasi. Langkah ini akan kembali lagi ke bagian dan sangat memudahkan tahapan saat brainstorming keywords. Begitu seterusnya.

Link-Building

Secara umum, untuk meningkatkan performa konten kita di mesin pencari kita harus punya konten yang bagus dan kredibel. Kredibilitas di mata mesin pencari dapat diperoleh dari link building. Link building ini bisa jadi internal dan external.

Cara Menulis Hypertext/Hyperlink yang Baik

Internal link dapat dibangun dengan menggunakan hyperlink ke laman kita yang lain dalam satu domain yang sama. Perlu dipahami, apa yang tertulis pada anchor text sama pentingnya dengan link itu sendiri. Jadi, alih-alih hanya membuat anchor text generik dengan bunyi “klik di sini” lebih baik jika dioptimalkan atau diparafrasekan dengan kalimat atau kata yang menggambarkan isi link (descriptive anchor text).

Understanding your audience and the keywords that they're typing into search engines, and creating great content around it, is the first step to SEO. But earning the links back to your website around the web is what really shows search engines just how trustworthy and authoritative you really are.

Tips untuk membangun external link,
  • Web Directories
  • Create content worth linking to
  • Outreach
  • Participate in social media
  • Avoid gimmicks
  • Common sense
Jangan sekali-kali menggunakan servis link-building abal-abal karena hal ini punya konsekuensi yang tidak baik. Fokus saja memberikan value di setiap konten kita. Konten yang baik dan layak dishare akan dengan sendirinya menduduki peringkat atas mesin pencari.

Link Building Opportunities

Review

Seperti yang telah saya katakan di atas, selain padat informasi juga banyak tools yang direferensikan course ini yang dapat digunakan dalam praktik SEO. Terkait tools yang beragam ini, dapat dieksplor lebih rinci lagi fungsi dan cara penggunaannya.

Saya menyelesaikan course ini selama dua hari, dan waktu yang saya habiskan untuk ini rasanya sangat bermanfaat. Saya juga membuat komentar dan membagikan course ini di LinkedIn saya.

Jika ingin mengakses course ini, silakan menuju LinkedIn Learning SEO Foundations. Saya senang belajar tentang digital marketing secara umum, termasuk di dalamnya SEO, saya juga telah merangkum Digital Marketing Resources versi saya. Selamat bereksplorasi, dan semoga bermanfaat.

Comments