Non-Commodity Content: Apa Kata Google Soal Ini

Non-Commodity Content: Apa Kata Google Soal Ini

Di Search Central Live Canada 2026 (yang diadakan di Toronto, 21–22 April 2026), ada hal menarik yang disampaikan oleh Danny Sullivan, yaitu tips on how to succeed in AI search, dan salah satu poinnya adalah untuk fokus pada non-commodity content.

Tips for AI Search success

To be fair, sebenarnya hal ini sudah pernah dibahas oleh John Mueller pada Mei 2025, dan sepertinya ini pertama kali dan satu-satunya tentang "non-commodity content" yang dibahas di Google Search Central—atau dalam hal ini di-mention.

Apa itu non-commodity content?

Specific, original, based on personal experience, professional expertise, real-world application, deep-dive analysis, proprietary, can't be easily copied.

Kebalikannya, commodity content adalah konten standar, surface-level info, general knowledge, curated lists, highly replicable.

Well, walaupun saya kurang setuju di bagian "curated" karena curated things can still be valuable, apalagi hasil kurasinya real-expert yang punya taste. BUT, yeah, I get the contextmungkin lebih ke generic listicle content hasil dari regurgitating apa yang udah ranking di SERP.

But again, ini soal isi, bukan format. I'd argue tidak semua listicle adalah commodity content.

Jika diperhatikan lagi, intinya, creating helpful, reliable, people-first content 🌈🙌🏼

Apakah tulisan ini non-commodity content?

Who knows? Mungkin saja. Bisa jadi.

Apa yang harus dilakukan creator? Atau dalam hal ini SEO?

Well, add value. Create good content.

AI content tidak selalu jelek. Konten jelek ya jelek aja.

Seperti kata Mark di atas:

  • Jangan mengulang konsensus, jangan hanya rewrite tanpa menambah value.
  • Tambahkan ceritamu sendiri, pengalaman langsung kamu sendiri.
  • Tambahkan original data, personal anecdotes, first-hand analysis.

Masih berdasarkan slide-nya Danny, good non-commodity content itu:

  • Brings a viewpoint, information or has content that others lack or can’t easily replicate (unique)
  • Talks about a specific instance, situation or thing, not general rules, steps or generic information (specific)
  • Demonstrates first-hand knowledge or experience (authentic)

Good non-commodity content

Well, bayangin kamu punya agency SEO dan punya website, website-nya punya blog, isinya konten tentang:

  • apa itu SEO
  • manfaat SEO
  • sumber belajar SEO
  • apa itu internal link

Semua agency SEO sepertinya punya konten yang serupa atau bahkan sama.

Okay, ngerti. But it's easier said than done. Actionable-nya gimana?

Ini hal yang bagus banget dari Nikki Pilkington:

The next time you sit down to write your content plan, don’t ask "what topics should I cover", ask "what have I actually done that I could write about honestly?"... Write that up. Keep the detail. Don’t generalise it into a listicle or sand off the specifics to make it feel more "broadly applicable". The specificity is the f*cking point.

Jadi, alih-alih menulis konten generic dan strip away everything unique about the situation and the context, keep the details!

Jika memungkinkan dan relevan (bukan konten glossary, etc.), tulis saja sebagai case study atau lesson learned. Well, kalau ada yang confidential tetap harus dijaga, but I know you get the point!

Commodity vs non-commodity content

Sebagai contoh, mungkin konten seperti ini bisa diusahakan:

"Ini Approach Kami terhadap Internal Linking dan Berikut 7 Hal yang Kami Pelajari selama 6 Bulan ke Belakang"

Isinya adalah breakdown eksperimen kamu mengimplementasikan internal linking, jelaskan pendekatannya, bagikan hasil yang didapat, what works, what doesn't, dst.

Contoh lain dari DailySEO ID yang bisa dicoba:

Atau kalau mau yang real, ini contoh hardcore-nya:

Ekspektasi dan standar yang semakin tinggi

Bisa iya bisa tidak. Kamu mau tetap produksi AI content tanpa intervensi manusia sama sekali dan at scale? Silakan.

At the end of the day, ini soal unit economics:

  • Worth it kah untuk menulis sesuatu yang hyper-personal?
  • Apakah ada yang baca?
  • Apakah membawa conversion?
  • Apa target dan goal konten yang dibuat?
  • Apakah dikutip LLMs?, dsb.

Google merekomendasikan hal ini dan business owner, marketer, atau siapa pun mereka, sejauh pengamatan anekdotal saya, ingin muncul dan "dikenal" oleh LLMs. Jadi, menurut saya, hal ini perlu diusahakan.

BUT, my argument is, tidak semua konten yang kamu produksi harus perfect, non-commodity—well, mungkin bisa, but again, balik ke unit economics-nya, worth it atau tidak.

Fokuskan effort non-commodity ini untuk sekian persen content kamu (misal, 20%; pareto). Kenapa cuma 20%?

Pertama, karena LLMs sudah kenyang dilatih menggunakan commodity content, mereka tidak butuh artikel "apa itu SEO" versi ke-1000. Untuk bisa dikutip, mereka butuh net new information. Namun, di satu sisi, kamu butuh untuk branding, untuk bangun topic ownership, atau untuk referensi internal misalnya.

Kedua, memangnya kamu punya resources untuk produksi konten yang selalu sesuai dengan kriteria non-commodity content? I think it's not always the case. Jadi, silakan disesuaikan dengan resource masing-masing.

Action item: Cek kerjaanmu beberapa bulan ke belakang, ada hal unik yang bisa di-breakdown jadi case study? Write that down.


That's it, kthxbye!

Komentar