Akhir tahun 2025, community sentiment tentang AEO, GEO, dan SEO menyatakan bahwa ketiganya adalah hal yang sama saja.
Fast forward ke pertengahan 2026, semakin banyak praktisi menyadari bahwa AEO, GEO, dan SEO itu sebenarnya "berbeda", atau setidaknya saat ini masing-masing punya definisi yang berbeda.
Here's the catch, berbedanya bukan berarti terpisah dan masing-masing menjadi disiplin tersendiri.
AEO, GEO, dan SEO adalah interconnected layers di bawah umbrella term yang beberapa orang sebut sebagai "search everywhere optimization".
Ada dua pendapat di sini. Pertama, yes, pada praktiknya (at least saat tulisan ini dipublikasikan) kita bisa menggeneralisasi kalau at the end of the day AEO dan GEO ini adalah SEO. Namun (kedua), kalau kita lihat dari semantik dan as a purist, ketiganya berbeda (at least definisinya).
Pertanyaannya, sebagai service provider, we can only have so many resources. Kita harus punya nama untuk praktik SEO for AI search and AI assistance ini. Jadi, apa sebutan yang paling tepat? SEO dan GEO atau SEO dan AEO?
There is no industry-wide consensus yet
Ada juga yang mengatakan sama saja—selain Google, mostly yang saya dapat adalah pandangan dari Ahrefs, saya belum melihat dokumentasi lain yang vokal seperti Ahrefs soal GEO dan AEO itu sama [Ryan Law], [Mateusz Makosiewicz, Ahrefs], [Mateusz Makosiewicz, Ahrefs].
Pun kalau tidak sama, masing-masing orang berargumen "kenapa AEO, bukan GEO" dan sebaliknya [Graphite].
Berdasarkan Google Trends, terms "generative engine optimization" sendiri lebih populer dibandingkan dengan "answer engine optimization".
Dari sini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ketiga hal ini, in a way, berbeda.
To make things interesting, saya pull Gemini (3.5 Flash, extended).
Menggunakan artikel Graphite yang sama, berikut apa kata Gemini (intinya, berbeda):
Final takeaway Gemini solely dari artikel tersebut adalah GEO.
Lalu, menggunakan NotebookLM, deep research, Gemini came up dengan 60 sources dan kesimpulannya seperti ini:
Definisi AEO, GEO, dan SEO
Dari semua hal tersebut, untuk saat ini, kita bisa firm kalau masing-masing hal tersebut adalah "berbeda" dan kita dapat mendefinisikan masing-masing sebagai berikut (kudos to Nicai de Guzman for making this easier) 👇🏼
SEO (Search Engine Optimization)
Pada dasarnya, SEO adalah proses meningkatkan visibilitas website di SERP. Tujuannya adalah mendapatkan klik yang mendatangkan pengunjung ke website. Namun, karena Google sekarang lebih dari sekadar top 10 blue links, muncul AEO dan GEO.
AEO (Answer Engine Optimization)
AEO berfokus pada bagaimana agar konten kamu dijadikan jawaban langsung atau dikutip dalam jawaban yang dihasilkan AI (e.g., AI Overviews di Google, Copilot Search di Bing, etc.), knowledge panel, dan featured snippet (kalau memang masih ada).
Yes, zero-click.
GEO (Generative Engine Optimization)
GEO lebih luas lagi, fokusnya adalah bagaimana generative AI (e.g., ChatGPT, Gemini, Perplexity, Claude, dkk.) memahami serta mereproduksi informasi.
Tujuannya bukan hanya agar muncul dalam jawaban yang dihasilkan AI, tetapi juga memastikan konten kamu jadi sumber tepercaya yang sering dirujuk, dipelajari, dan dikutip.
Yes, kalimat favorit SEOs, long-term investment.
What's my take? Jadi, AEO atau GEO?
GEO, karena AEO cuma answer.
Dari semua ini, kesimpulan yang bisa saya ambil dan saya setuju, "praktiknya" lebih cocok disebut sebagai GEO, karena, semantically, "generative" lebih luas cakupannya dibandingkan dengan "answer" (seperti kata Gemini).
Also, AEO, in a way, is about formats (zero-click, direct answers, snippets). It can happen on traditional search engines or LLMs.
GEO is about the infrastructure (optimizing for being training data, getting caught in RAG).
Ultimate question dari para praktisi lainnya
Definisi selesai, selanjutnya saya ingin menjawab pertanyaan ultimate berikut (karena masih ada beberapa praktisi yang bukan business/agency owner masih menganggap sederhana "at the end of the day, ini semua SEO").
Apakah sama saja?
- Tidak. Mungkin bisa, kalau kita stretch banget, at the end of the day, pada dasarnya ini adalah SEO, advanced SEO. But it's just not gonna cut it, it's like saying PR is off-page SEO, in a way, yes, but not really. PR is one of the activities we can do in off-page SEO, but PR is PR.
- Tidak sama, karena dari sisi operasional, kita punya fokus yang berbeda and have different success metrics. Kita punya resources yang terbatas dan seringnya harus memilih apakah fokus ke SEO atau GEO, yang walaupun pada akhirnya, harus mengerjakan SEO terlebih dahulu (as the core of the core).
Ilman Akbar punya approach dan framework yang sangat bagus untuk menjawab ini:
Apakah upaya agar your pages are retrieved in relevant users' prompts bisa dicapai hanya dengan traditional SEO? Belum tentu.
Apakah agar your brand name is mentioned consistently across various websites/platforms itu bisa didapat hanya dengan SEO? Tentu saja tidak, at some point ini bisa jadi the whole marketing effort. Seperti yang Tim Soulo bilang, AEO is mostly just… good marketing.
AEO? GEO? LLMO? Kembali lagi, apakah sama saja? Jawabannya, tidak.
Apa yang bisa dijual?
GEO sebagai lanjutan (atau bahasa kerennya, logical extension) dari SEO.
Bagaimana mengedukasi stakeholders?
Ilman Akbar punya framework yang sangat bagus:
- Pahami apa kebutuhannya
- Kita harus on the same page tentang GEO
- Selalu kaitkan dengan ROI
- Manage ekspektasi
That's it, kthxbye~





Komentar
Posting Komentar