Hal ini saya bahas bersama Mas Ilman Akbar di episode perdana DailySEO ID Podcast.
- Apa yang membedakan junior dan senior di SEO?
- Kenapa penting punya side project atau bangun portfolio sendiri di luar pekerjaan utama
- Pentingnya untuk paham how the business actually works, termasuk setidaknya tahu cara mengelola budget
Definisi junior dan senior
Definisi senior di SEO yang kami berdua setuju adalah:
"Senior itu... dia sudah bisa manage ekspektasi, ngerti bisnis, dan resourceful."
Artinya, kemampuan teknis saja tidak cukup. Keyword research, membuat content brief, internal linking, on-page, dll., itu adalah bare minimum skills yang junior harus bisa. Apalagi sekarang sudah ada AI yang bisa dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan.
Semakin senior seseorang, semakin besar ekspektasi bahwa dia mampu:
- memahami konteks bisnis,
- mengambil keputusan yang berhubungan dengan duit (berdampak pada budget dan revenue), dan
- mencari solusi tanpa harus selalu diarahkan.
Proxy yang cukup bagus adalah, apakah dia pernah pegang budget dan actually utilize the budget? Bagaimana ROI-nya? Seberapa besar skalanya?
Kalau seseorang punya jawaban yang bagus untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, besar kemungkinan dia memang sudah berada di level senior.
Di kantor saya saat ini, kami punya framework yang kurang lebih seperti ini:
- Level 5 → Paham masalah yang ada dan yang harus diselesaikan, tahu stakeholders-nya siapa saja, lalu benar-benar menyelesaikannya (top to bottom)
- Level 4 → Ketika diminta menyelesaikan suatu masalah, dia membangun sistem agar masalah serupa tidak terulang
- Level 3 → Tell them what to do, that's it, they'll figure it out
- Level 2 → Harus diberi tahu apa masalahnya, apa yang harus dikerjakan, bagaimana cara mengerjakannya, dst.
- Level 1 → Tidak bisa bekerja, bahkan setelah diajarkan berulang kali (just not the right fit)
Nah, dari sini, junior biasanya masih berada di level 2. Layak disebut senior ketika sudah berada setidaknya di level 3—idealnya level 4.
Idea yang sangat bagus yang Mas Ilman sampaikan adalah:
"Akan beda banget antara 3 tahun pengalaman atau mengulang 1 tahun pengalaman 3 kali."
Lama bekerja bukan penentu utama apakah seseorang sudah senior atau belum. Lama waktu bekerja tidak selalu linear dengan skill.
Apa yang harus dilakukan untuk naik level?
Bangun portfolio
Buat yang baru memulai (1-2 tahun), sangat disarankan untuk:
- punya portfolio,
- tes apa pun yang sudah dipelajari teorinya,
- bangun website pribadi dan coba pasarkan diri sendiri,
- spend actual time, effort, or money untuk belajar.
Portfolio ini yang akan jadi tempat kamu eksperimen, playground yang tidak dibatasi oleh aturan kantor.
Actual use cases:
- Mas Ilman saat itu mengelola website kantor, blog pribadi, website komunitas, hingga toko online milik istrinya secara bersamaan.
- Di awal karier, saya coba serius mengoptimasi Google Business Profile untuk bisnis FnB saudara saya, dan hasilnya benar-benar menghasilkan penjualan.
Jadi, jangan membatasi membatasi diri hanya pada apa yang disediakan kantor atau tempat kamu bekerja. Jangan juga merasa terbatasi karena budget. Kamu bisa manfaatkan banyak hal gratis di internet jika memang mau berusaha dan spend waktu.
Penting diingat, punya portfolio akan sangat memudahkan kamu untuk negosiasi gaji.
Identifikasi target dan gap-nya
Sejak awal, pastikan kamu memahami ekspektasi atasan. Klarifikasi target apa yang sebenarnya ingin dicapai. Karena, akan sulit jika bekerja dan capai target jika targetnya juga bergeser terus.
Lalu, selalu dokumentasikan (dan jika memungkinkan, ini harus sampaikan di 1 on 1 atau performance meeting):
- apa yang berhasil
- apa yang tidak berhasil
- apa blocker-nya
- bantuan yang dibutuhkan
- apa yang akan kamu lakukan selajutnya dan timeline-nya
Jika tidak ada sesi 1 on 1 atau performance review, catat sendiri progresmu. Catatan seperti ini akan sangat berguna ketika sewaktu-waktu bisa di-share:
- ke orang lain,
- dengan bos ketika ada kesempatan,
- dengan interviewer jika kamu cari kerja,
- dengan HR jika kamu di-reach out,
- dengan bos baru,
- dengan dunia,
- ke LinkedIn, dst.
Tanyakan juga ke diri sendiri:
"Apakah saya masih menunggu tugas, atau saya sudah bisa mencari solusi sendiri saat ada masalah?"
Belajar manage budget
Salah satu pembeda antara level junior dan senior adalah tanggung jawab dalam menggunakan dan mempertanggungjawabkan budget untuk mencapai KPI.
Mulailah belajar melihat sesuatu dari perspektif business owner. Coba pelajari:
- actual businesses dari perusahaan tempat kamu bekerja,
- how they make money,
- how you can actually contribute,
- how much you can bring to the table, etc.
Ini bisa dimulai dari level sederhana, seperti:
Kamu punya budget Rp10 juta untuk menjalankan content marketing selama satu bulan. Scope-nya hanya website dan SEO, di luar biaya subscription tools. Budget itu akan kamu gunakan untuk apa? Kira-kira, apa saja yang akan kamu belanjakan?
- Hire freelance writers?
- Hire editor?
- Scale content jadi 20 artikel bulan ini?
- Beli backlink?
- Beli Re.juve?
Sebagai yang pernah meng-interview untuk role SEO, sebenarnya yang penting bukan jawabannya benar atau salah. Arguably, tidak ada salah benar, yang ada make sense atau ngaco. Poin pentingnya adalah bagaimana cara kamu berpikir dan mempertanggungjawabkannya.
Networking
Tidak bosan-bosannya saya mengingatkan kalau networking ini adalah skill yang penting dikuasai.
Jangan hanya belajar dari buku dan artikel.
Datangi conference, ikut komunitas, ajak ngobrol praktisi yang lebih senior untuk memahami cara mereka bekerja.
Fun fact, saya bisa jadi kontributor di DailySEO ID karena saya reach out Mas Ilman dan datang dengan sesuatu untuk di-publish di website DailySEO ID.
Jadi, jangan cuma bilang:
"Saya mau jadi kontributor."
Maju satu atau beberapa langkah lagi:
"Saya mau jadi kontributor, dan saya sudah siapkan 5 draft artikel. Silakan dicek apakah ada yang layak di-publish. Saya bersedia untuk revisi jika masih ada yang kurang atau came up dengan topik lain".
Pendekatan seperti ini jauh lebih menunjukkan inisiatif, mengurangi beban berpikir orang lain, dan lebih jadi mudah merespons, "Oke, boleh. Ayo kita coba."
Tulisan ini adalah sedikit banyak hal-hal yang kami diskusikan di DailySEO ID Podcast. Kalau kamu sedang membangun karier di SEO, please, check the podcast and learn from!
For the actual podcast, check here 👇🏼
Jadi, akhir kata, mulai hari ini saya sampaikan, saya akan lawan!
kthxbye.

Komentar
Posting Komentar